Skip to main content

Statistika Deskriptif

Sebuah penelitian baik sensus maupun survey  biasanya menghasilkan sekumpulan data dengan ukuran yang cukup besar. Data tersebut tentunya akan diolah menggunakan analisis-analisis statistik sesuai dengan kebutuhan dan tujuan dari penelitian tersebut. Sebelum melakukan analisis lebih lanjut akan lebih baik jika data dideskripsikan terlebih dahulu diantaranya dengan menyajikan ringkasan numerik dari data, membuat tabel distribusi ataupun menampilkan data dalam bentuk tampilan  grafis. Hal ini bertujuan untuk menggali informasi awal dari data dan mungkin juga dapat memberikan referensi analisis untuk pengolahan data selanjutnya.
Tabel distribusi frekuensi merupakan tabel yang menyajikan data dalam kolom kelas interval dan frekuensi. Terdapat tiga macam tabel distribusi frekuensi, yaitu :
  1. Tabel Distribusi Frekuensi Biasa 
  2. Tabel Distribusi Frekuensi Relatif
  3. Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif
Jumlah kelas (K) yang terbentuk bergantung pada banyaknya data atau (n) yang dimiliki. Menentukan banyaknya kelas dalam tebel dihitung dengan menggunakan  perhitungan,
K= 1+ 3,32 log (n)
Sedangkan panjang interval (I) diperoleh jikan jumlah kelas telah diketahui, yaitu dengan menggunakan rumus  sebagai berikut,
I = (nilia tertinggi- nilai terendah)/ jumlah kelas
Sebelum membahas lebih jauh mengenai tabel distribusi frekuensi melalui contoh soal, berikut ini merupakan komponen-komponen yang terdapat pada tabel distribusi frekuensi: 
  • Batas Bawah Kelas-i (BBK-i) yaitu  nilai terendah dalam kelas-i,
  • Batas Atas Kelas-i  (BAK-i) yaitu nilai tertetinggi dalam kelas-i, 
  • Tepi Bawah Kelas-i (TBK-i) yaitu nilai terendah dalam kelas-i – 0,5
  • Tepi Atas Kelas-i (TAK-i),  yaitu nilai tertinggi dalam kelas-i + 0,5 dan 
  • Mind point  yaitu nilai tengah dari setiap kelas interval atau bisa juga dicari menggunakan rumus,  Mid point kelas-i= (Batas Bawah Kelas-i + Batas Atas Kelas-i)/2 






                
 

Comments